Friday, February 24, 2017

Mengenal Lebih Dekat, Daniel Kish, Buta Tapi Bisa Melihat!

Daniel Kish Melihat Dengan Suara
via wikimedia.org
Daniel Kish adalah seorang tunanetra yang belajar melihat dengan cara lain yaitu melalui telinganya. Dia bisa mengetahui keadaan di sekitarnya secara tepat dengan mengandalkan kemampuan ekolokasinya (echolocation), sebuah kemampuan yang dimiliki oleh jenis binatang tertentu untuk mengenali benda sekitar menggunakan suara. Kish menyebut teknik kembangan ekolokasinya sebagai FlashSonar.

Contoh hewan yang berburu mangsa menggunakan ekolokasi adalah kelelawar, lumba-lumba, ikan paus, dan celurut. Karena Daniel Kish dapat menggunakan ekolokasi, dia sering dijuluki sebagai manusia kelelawar (Batman). Dia mengenali benda dengan cara membuat decakan dengan lidahnya. Bunyi dihasilkan sehingga dia bisa mengetahui keberadaan benda lewat perbedaan pantulan bunyi yang terjadi.

Berdasarkan penemuan di tahun 2014, konsep ekolokasi sudah diketahui sekitar 200 tahun yang lalu, namun baru dipelajari di tahun 1950-an. Daniel Kish adalah orang yang berhasil mengembangkan ekolokasi lebih lanjut. Sebelumnya seorang petualang bernama James Holman (1786-1857) tercatat dalam sejarah sebagai penyandang tunanetra pertama yang menggunakan ekolokasi untuk melihat (dia memanfaatkan suara tongkatnya.)

Sebenarnya setiap orang bisa menggunakan ekolokasi. Menurut sebuah penemuan ilmiah di London tahun 2013, manusia terbiasa menggunakan indera penglihatan mereka yaitu mata untuk mengidentifikasi objek. Sehingga, mereka tidak terbiasa menggunakan telinganya sebagai alat navigasi, bahkan cenderung tidak pernah. Padahal sejatinya mereka mampu mengetahui benda-benda sekitar hanya dengan menggunakan suara.

Ekolokasi adalah kemampuan umum yang dianugerahkan kepada manusia tapi manusia tidak pernah melatih dirinya untuk terbiasa menggunakan.

Daniel Kish Melihat Dengan Suara
Daniel Kish dalam suatu pertemuan di PopTech 2011 (via flickr.com)

Kembali ke kisah bagaimana Daniel Kish bisa mengembangkan ekolokasi ini. Dia lahir di Amerika Serikat, tepatnya di Montebello, California pada tahun 1966. Di usianya yang baru beranjak tujuh bulan, mata kirinya terpaksa diangkat akibat penyakit kanker mata (retinoblastoma) yang menggerogotinya. Begitu juga mata kanannya di usia ke-13 bulan.

Alhasil, Kish tidak bisa melihat lagi seperti biasanya. Namun dia selalu beradaptasi dengan keadaannya dan mengembangkan ekolokasi sejak usia yang masih muda.

Hingga kini dia mampu mengenali benda di sekitarnya bahkan bisa jalan-jalan (tentu masih menggunakan tongkat), bersepeda, hiking, dan melakukan aktivitas lain seperti halnya orang yang dapat melihat menggunakan matanya.
Daniel Kish Melihat Dengan Suara
Daniel Kish bersepeda (via wikimedia.org)
Dunia yang dirasakan Kish juga berbeda dengan apa yang dialami manusia pada umumnya. Kish mengaku dapat merasakan benda dengan skala penglihatan 360 derajat hanya dengan menggunakan suara. Bak kelinci.

Dia juga pernah berbagi kisah inspirasi di TED Talk, sebuah organisasi non-profit yang mengumpulkan orang-orang inspiratif untuk dibagikan kisahnya. Saat itu Kish menceritakan kisahnya tentang apa yang dia rasakan dan cara menggunakan ekolokasi. 

Di situ dia mengaku bahwa telinganya sangat peka bahkan bisa mendengar suara hembusan napas penonton, suara orang mengunyah, bahkan suara bisik-bisik sekalipun. Dia bisa mendengarnya dengan jelas. Berikut saya sertakan videonya saat Kish membawakan pengalaman di sebuah acara TED Talk:



Video lain tentang dirinya melakukan navigasi juga banyak ditemui di YouTube. Dia kini masih sehat di usia 51 tahun. Ini video Daniel Kish sedang menaiki sepeda:



Bahkan karena peduli dengan orang-orang buta di seluruh dunia, dia membangun yayasan nirlaba yang bertujuan memberikan peluang kepada mereka untuk bisa melihat menggunakan ekolokasi. Nama yayasannya adalah World Access for Blind dan sudah membantu banyak tunanetra di 44 negara.

Fenomena ini bukan sebuah keajaiban. Daniel Kish hanya berhasil mengasah kemampuan ekolokasinya sejak dini. Dia juga bukan satu-satunya orang yang dapat menggunakan ekolokasi. Sejumlah penyandang tunanetra seperti Ben Underwood, Tom De Witte, Dr. Lawrence Scadden, Lucas Murray, Kevin Warwick, Juan Ruiz juga mengembangkan kemampuan serupa, beberapa di antaranya dilatih oleh Daniel Kish.

Kisah ini bukanlah fiksi melainkan fakta. Ketika manusia memiliki pengalaman di satu bidang, dia bisa menjadi master di bidang tersebut. Itu adalah kemampuan dasar manusia. Begitu juga dengan Kish. Sejak usia dini sudah beradaptasi di lingkungannya, mencoba untuk melihat dengan cara lain, dan pada akhirnya berhasil.
Selengkapnya

Tuesday, February 21, 2017

Semua Hal Di Dunia Sebenarnya Mind Blowing!

Semua Hal Di Dunia Sebenarnya Mind Blowing!
via typesof.com
Seperti yang tertera pada judul, semua hal di dunia sesungguhnya mind blowing dan membuat anda berdecak kagum tentang pola kehidupan ini. Khususnya jika anda melihat segala sesuatu secara mendalam.

Ini benar adanya. Sekarang mari lihat pada benda di depan anda. Ya, smartphone atau komputer anda. Anda sekarang sedang membaca artikel ini di blog saya, artikel berjudul Semua Hal Di Dunia Sebenarnya Mind Blowing!

Kemudian coba telisik peristiwa ini secara mendalam. Tidak perlu terlalu mendalam sebenarnya, sedikit lebih dalam saja sudah cukup. Mari kita lihat proses Anda membaca tulisan ini.
  1. Pertama, saya sebagai penulis memproses pikiran, ide, dan akal saya. Neuron yang ada di dalam serebrum saya akan berkeracak mengirim sinyal dari satu neuron ke neuron lainnya, dengan kata lain telah terjadi reaksi kimia beruntun. Akhirnya, semua proses ini terbaca oleh otak dan mengirimkan sinyal kepada jari saya untuk mengetik tulisan di keyboard.
  2. Lalu keyboard mengirimkan isyarat perintah kepada motherboard, kemudian menghentikan beberapa proses kecil yang sedang berjalan di sistem operasi komputer saya. Selanjutnya sampailah pada memperbaharui tampilan pada layar monitor dan memunculkan teks yang saya tulis melalui keyboard.
  3. Peristiwa ini berlangsung melewati serangkaian proses yang terlalu kompleks untuk dirunut menggunakan akal sehat seperti misalnya proses pergantian arus listrik pada transistor dari 0-5 Volt.
    Transistor-transistor ini juga jumlahnya milyaran dan prosesnya luar biasa cepat. Belum lagi software-software yang digunakan untuk memungkinkan proses ini terjadi sejatinya ditulis menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang juga melibatkan konversi perintah ke bilangan biner dan jumlahnya jutaan. Kejadian ini tentunya bikin kepala cenat-cenut jika terlalu dipikirkan.
  4. Kemudian saya klik tombol "Publikasikan Artikel" untuk meluncurkan postingan ini. Tulisan saya diubah menjadi paket data, menempuh berbagai proses di dalam hardware sebelum akhirnya dikirim melalui gelombang radio atau kabel internet (ethernet, fiber optik, dan lain-lain) ke berbagai negara di belahan dunia. Dan, hebatnya, tidak ada satupun data yang tersasar selama melintas menuju Amerika. (Server situs ini kemungkinan berada di Amerika)
  5. Server blog menerima paket data yang dikirimkan, sekali lagi, milyaran transistor bekerja dengan cepat dan stabil mengubah arus listrik dari 0-5 Volt agar paket data dapat diproses, dibaca, dan disimpan dalam sebuah hardisk.
  6. Anda sebagai pembaca memproses browser, membuka artikel ini, mengirim beberapa paket data dari perangkat anda ke server blog sehingga dapat menampilkan artikel ini. Lagi-lagi proses transistor dan komponen elektronik lainnya bekerja tanpa lelah dan tepat sasaran. Server menampilkan postingan, anda dapat membacanya dengan melibatkan proses mind blowing yang berlangsung di otak anda yang kemudian anda berhasil menangkap makna dari tulisan ini.
Ini sebenarnya masih kurang mendalam. Setiap segmen proses masih bisa dilihat lebih rinci dan detil lagi hingga ke cuilan terkecil. Jika anda ingin melihat sesuatu yang mind blowing, lihatlah lebih jauh, lebih dalam, periksa dengan detil. Adanya benda seperti telur, aktivitas bernapas, merasakan hidup, insiden tabrakan mobil, pembunuhan, segalanya itu mind blowing! Mengobrak-abrik nalar anda!
Selengkapnya

Thursday, February 9, 2017

Apa Itu Mind Blowing?

Apa Itu Mind Blowing?
via youtube.com

Ini merupakan pertanyaan yang seharusnya sejak awal dilontarkan kepada saya entah oleh siapa saja yang di dalam pikirannya terlintas sekelebat atau mungkin seutuhnya tentang apa itu Mind Blowing.

Saya kurang bisa meyakinkan diri apakah artikel seperti ini perlu ditulis karena melihat banyaknya makhluk hidup yang sudah tahu arti dari Mind Blowing, khususnya para netizen mungkin. Dari struktur katanya anda jelas bisa menebak ini dari bahasa Inggris.

Ya, Anda benar. Frasa ini memang datang dari bahasa internasional yang mempunyai arti secara harfiah "pikiran kacau", "nalar terporak-porandakan", atau "akal sehatnya meletus". Namun makna secara budaya dari kata Mind Blowing ini adalah keadaan di mana suatu hal membuat orang lain menjadi takjub dan kagum tak terduga sehingga digambarkan layaknya nalar seseorang itu sedang mengalami kekacauan.

Makna sederhananya cukup kagum saja sih. Tapi dalam arus global sekarang ini, mind blowing sering dikaitkan dengan fenomena yang membuat otak jadi kacau balau akibat ketakjuban tidak biasa yang dialami sesorang. 

Coba perhatikan gambar di bawah:

Apa Itu Mind Blowing?
via youtube.com


Nah, itu contoh kecilnya. Bagaimana pikiran anda? Merasa terporak-porandakan? Istilah ini mungkin bisa dibilang terlalu berlebihan. 

Apa Itu Mind Blowing?
via memecenter.com

Biasanya hal-hal yang berhubungan dengan Mind Blowing adalah fakta-fakta yang tidak biasa dicerna dan disaksikan oleh manusia. Itulah mengapa namanya Mind Blowing. Membuat kepala jadi runyam.

Jadi, Mind Blowing ini intinya adalah kata sifat yang menjelaskan kata benda. Jika ada fakta yang Mind Blowing, berarti fakta itu mengandung unsur yang memberikan ketakjuban.

Yah, menurut saya ini sudah cukup jelas. Karena inti jawaban yang dicari pembaca pastinya sudah terkirakan sejak awal.
Selengkapnya